BERAKSI (Berita Akuntansi)

IHK SEPTEMBER 2021 MENCATAT DEFLASI

0

No.23/252/DKom

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2021 mengalami deflasi 0,04% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi 0,03% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh deflasi kelompok volatile food dan penurunan inflasi kelompok inti, di tengah peningkatan inflasi kelompok administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK September 2021 tercatat 1,60% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,59% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0% ± 1%.

Kelompok inti pada September 2021 mencatat inflasi 0,13% (mtm), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,21% (mtm). Berdasarkan komoditasnya, penurunan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas emas perhiasan seiring pergerakan harga emas global. Penurunan inflasi inti lebih lanjut tertahan oleh inflasi komoditas sewa rumah seiring mobilitas masyarakat yang membaik akibat pelonggaran pembatasan aktivitas. Secara tahunan, inflasi inti September 2021 tercatat sebesar 1,30% (yoy), sedikit menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,31% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.

Kelompok volatile food mencatat deflasi 0,88% (mtm) pada September 2021, lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,64% (mtm). Penurunan harga pangan bergejolak terutama didorong oleh penurunan harga telur ayam ras dan komoditas hortikultura seiring terjaganya pasokan pada masa panen. Deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga minyak goreng sejalan dengan kenaikan harga crude palm oil (CPO) global. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 3,51% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,80% (yoy).

Kelompok administered prices pada September 2021 mencatat inflasi 0,14% (mtm), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,02% (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh inflasi komoditas aneka rokok seiring berlanjutnya dampak kenaikan cukai tembakau. Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 0,99% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,65% (yoy).

PERKEMBANGAN INDIKATOR STABILITAS NILAI RUPIAH

0

No.23/215/DKom

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

A.  Perkembangan Nilai Tukar 16 – 20 Agustus 2021

Pada akhir hari Kamis, 19 Agustus 2021

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.400 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,31%.
  3. DXY1 menguat ke level 93,57.
  4. Yield UST (US Treasury) Note2 10 tahun turun ke level 1,243%.

Pada pagi hari Jumat, 20 Agustus 2021

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.450 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik di level 6,32%.

Aliran Modal Asing (Minggu III Agustus 2021)

  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 72,64 bps per 19 Agustus 2021 dari 73,50 bps per 13 Agustus 2021.
  2. Berdasarkan data transaksi 16-19 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,49 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,75 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp1,74 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto Rp14,56 triliun.

B.  Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Agustus 2021, perkembangan harga pada Agustus 2021 tetap relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,04% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,60% (yoy).
  2. Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas minyak goreng sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

ICAEW Gandeng IAMI Kembangkan Profesi Akuntan di Indonesia

0

ICAEW (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales) kembali memperkuat komitmennya untuk terus memberikan peluang dan dukungan kepada akuntan profesional di Indonesia dalam memperkaya karir mereka di dunia akuntansi, bisnis, dan finansial.

Kali ini, ICAEW menandatangani nota kesepakatan bersama Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). Kedua institusi tersebut telah setuju untuk berbagi sumber daya dan terus meningkatkan awareness terhadap profesi akuntansi antara kedua institusi, terutama dalam bidang akuntan manajemen.

“ICAEW memiliki sejarah panjang dalam melayani kepentingan publik. Kami mempromosikan inklusivitas, keberagaman, dan keadilan, memberi anggota kami keterampilan dan nilai yang dibutuhkan untuk membantu membangun ekonomi yang tangguh sambil memastikan sumber daya planet ini dikelola secara berkelanjutan. Mewakili ICAEW, saya dengan bangga mengumumkan kolaborasi kami dengan IAMI.

IAMI memiliki tujuan yang sama dengan ICAEW, yaitu untuk membimbing anggota mereka dan mendukung mereka untuk menjadi akuntan terbaik. Kami berharap kerjasama ini akan membuahkan hasil dan membuka banyak kemungkinan menuju tujuan kami membangun masa depan yang berkelanjutan.

IAMI adalah institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan profesional profesi akuntansi manajemen di Indonesia. Bersama ICAEW, kedua institusi akan berbagi ilmu untuk memajukan profesi akuntansi di Indonesia.

Sebelumnya, ICAEW juga telah bekerjasama dengan IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia), sebagai wujud komitmen ICAEW terhadap pengembangan profesional akuntan di tanah air.

Nota kesepakatan tersebut menandakan bahwa kedua lembaga tersebut akan melayani profesi akuntansi secara nasional dan internasional, dengan fokus pada kerjasama dalam lingkup tata kelola publik, etika pribadi, penelitian teknis, pengembangan profesional dan pribadi lanjutan, pelatihan akuntansi profesional, kontrol kualitas, dan pendidikan.

Setelah penandatanganan nota kesepakatan, turut diadakan webinar interaktif yang dipimpin langsung oleh Rick Payne, ICAEW Business and Management Faculty Technical Manager.

Dana Asing Rp11,63 T Masuk ke RI per Awal September

0

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing yang masuk ke Tanah Air sebesar Rp11,63 triliun pada awal September. Dana tersebut terdiri atas beli neto non residen di pasar SBN sebesar Rp10,57 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp1,06 triliun.
Kemudian, berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), non residen beli neto sebesar Rp27,74 triliun.
Selanjutnya, premi CDS Indonesia 5 tahun yang turun ke level 65,99 bps per 2 September 2021. Pekan lalu, CDS Indonesia berada pada level 69,89 bps.

Mata uang rupiah dibuka pada level Rp14.270, pada Kamis (2/9). Namun, mengalami tekanan pada pembukaan hari berikutnya di level Rp14,265 per dolar AS.

Indeks Dolar (DXY) turut melemah ke level 92,32. Sementara, yield UST (surat utang pemerintah AS) ikut terperosok ke level 1,284 persen.

Untuk yield SBN 10 tahun turut mengalami kontraksi ke level 6,08 persen. Keesokan harinya mengalami penguatan tipis ke level 6,09 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryanto mengungkapkan BI akan memperkuat koordinasi pemerintah dengan otoritas terkait untuk monitoring dinamika penyebaran covid-19.