BERAKSI (Berita Akuntansi)

Peningkatan Ketegangan AS-China Tekan Rupiah ke Rp14.185

0

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.185 per dolar AS pada Selasa (23/6). Posisi tersebut melemah 35 poin atau 0,25 persen dari Rp14.150 pada Senin (22/6).
Rupiah melemah bersama yuan China minus 0,18 persen dan baht Thailand minus 0,08 persen di kawasan Asia. Pelemahan juga dialami oleh dolar Singapura minus 0,07 persen, peso Filipina minus 0,06 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,01 persen.

Sementara mata uang Asia lain berhasil menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,3 persen, yen Jepang 0,04 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang mayoritas melemah dari dolar AS. Hanya poundsterling Inggris yang menguat 0,09 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Rubel Rusia melemah 0,31 persen, dolar Australia minus 0,28 persen, dolar Kanada minus 0,14 persen, franc Swiss minus 0,01 persen, dan euro Eropa minus 0,01 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali melemah pada hari ini. Proyeksinya, rmata uang Garuda bergerak di kisaran Rp14.050 sampai Rp14.200 per dolar AS.

Menurutnya, pelemahan rupiah masih didominasi oleh sentimen kekhawatiran munculnya gelombang kedua virus corona atau covid-19 yang dapat menekan perekonomian dunia lagi. Hal ini tercermin dari peningkatan sejumlah kasus positif virus corona di berbagai negara usai pembukaan penguncian wilayah (lockdown).

“Sentimen ini masih berpeluang menekan harga aset-aset berisiko di pasar Asia hari ini. Rupiah masih berpeluang tertekan karena sentimen tersebut,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/6).

Selain itu, sambungnya, ada sentimen dari kelanjutan hubungan dagang Amerika Serikat dan China. Sinyalnya, ada ancaman kedua negara dengan nilai ekonomi terbesar di dunia itu tidak akan melanjutkan perjanjian dagangnya.

“Kabar terbaru dari hasil wawancara penasehat perdagangan pemerintah AS Peter Navarro dengan Fox News bahwa perjanjian dagang dengan China telah ‘berakhir’. Wawancara itu menunjukkan hubungan AS-China masih memanas,” pungkasnya.

Bank-Bank Besar AS Patungan untuk Antisipasi Dampak Virus Corona

0

JAKARTA – Industri perbankan pun turut menyelamatkan perekonomian negara maupun industrinya. Bahkan bank-bank besar di AS telah menyiapkan sekira USD35 miliar selama kuartal I-2020.

Melansir CNN Business, di Amerika Serikat, bank-bank besarnya merencanakan situasi terburuk akan dampak covid ini. Bank of America, JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan US Bancorp (USB) telah menyisihkan tambahan USD35 miliar selama kuartal pertama untuk melindungi terhadap pinjaman yang tertahan, menurut data Edward Jones.

Jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya menggarisbawahi besarnya goncangan ekonomi dan ketidakpastian besar tentang bentuk pemulihan. Selain itu, standar akuntansi baru yang mengharuskan bank untuk memproyeksikan kerugian selama masa pinjaman.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Ini sangat menakjubkan,” kata analis perbankan di Edward Jones, James Shanahan.

BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp7,55 T Pekan Ini

0

Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing beli bersih (net buy) sebesar Rp7,55 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi 12 Juli-15 Juli 2021.
Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan aliran modal asing ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp5,73 triliun dan saham sebesar Rp1,82 triliun.

Sementara, aliran modal asing tercatat net buy sebesar Rp860 miliar dari awal tahun hingga 15 Juli 2021.

“Berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), non residen beli neto Rp860 miliar,” ucap Erwin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/7).

Hal ini membuat tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level dari 76,65 basis poin (bps) menjadi 77,03 bps.

Sementara, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun stabil di level 6,36 persen. Lalu, yield surat utang AS US Treasury 10 tahun turun ke level 1,29 persen.

Inflasi
Selanjutnya, BI memperkirakan inflasi pada pekan ketiga Juli 2021 sebesar 0,01 persen secara bulanan (month-to-month). Lalu, inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) diperkirakan 0,75 persen dan secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 1,45 persen.

Erwin menyatakan salah penyumbang utama inflasi pekan ketiga Juli 2021 adalah komoditas cabai rawit sebesar 0,03 persen secara bulanan. Lalu, tomat, kangkung, bawang merah, bayam, kacang panjang, dan rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen secara bulanan.

“Sementara itu komoditas yang menyumbang deflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, jeruk, cabai merah, dan kentang,” kata Erwin.

Ia menambahkan bank sentral akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas untuk memonitor dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi domestik. Hal ini untuk menentukan langkah yang harus dilakukan oleh BI ke depannya.

Ekonom sebut investasi & ekspor jadi motor penggerak ekonomi dalam jangka panjang

0

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa tumbuh dengan adanya pergerakan ekspor dan Investasi. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat adanya ekspor dan investasi bisa menjadi pertumbuhan ekonomi untuk jangka panjang.

Bhima menghimbau agar pemerintah bisa mengencangkan ekspor komoditas yang harganya sedang naik di pasaran khususnya komoditas pertambangan. Karena di sektor industri manufaktur pergerakan pertumbuhan ekonominya dilakukan untuk jangka panjang pasca pandemi Covid-19.

Sementara itu Bhima memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan ada di kisaran 1% sampai 2% dengan asumsi pemerintah lakukan kebijakan existing PPKM mikro.

Lebih lanjut, pemerintah juga harus mendorong Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena masih ada yang bolak-balik melakukan revisi dokumen untuk eksekusi anggarannya karena masih belum sesuai panduan. Hal tersebut juga yang akhirnya memperlambat pencairan dana di daerah.

“Kalaupun fiskal terbatas, lebih penting ada revisi anggaran yang diperuntukkan untuk menjaga daya beli penanganan pandemi dulu dan harus ada percepatan penerapan anggaran khususnya di daerah,” kata Bhima saat dihubungi Kontan.co.id (28/6).

Di sisi lain, motor pertumbuhan ekonomi 2021 memasuki kuartal III tidak bisa dengan mengandalkan belanja pemerintah. Bhima memproyeksikan sumbangan belanja pemerintah ke Produk Domestik Bruto PDB hanya sekitar 8% sampai 9%.

Alasannya belanja negara realisasinya masih rendah karena pemerintah mengantisipasi penurunan penerimaan pajak pada 2021.

“Padahal harusnya belanja pemerintah bisa diharapkan untuk pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain pemerintah juga ingin segera mengendalikan defisittanggaran. Nah itu yang menjadi dilematis,” kata Bhima.

Bhima menjelaskan jika di dalam negeri masih rendah daya belinya, permintaan domestiknya juga masih rendah karena Covid-19 dan adanya  kecenderungan serapan anggaran baru meningkat signifikan di kuartal IV, lebih baik pemerintah mengutamakan ekspor dan investasi untuk jangka panjang.

Dituding Palsukan Laporan Keuangan, Saham General Electronic (GE) Anjlok 11%

0

Saham General Electric Company (General Electric/GE) mengalami penurunan terbesarnya dalam satu dekade terakhir, tepatnya sejak April 2008, pada penutupan perdagangan bursa Amerika Serikat (AS) Kamis (15/8). Saham ini ditutup turun 11% ke level US$ 8,01 per saham.

Akibatnya, nilai kapitalisasi pasar GE turun dari posisi Rabu (14/8) sebesar US$ 78,8 miliar menjadi US$ 69,9 miliar setelah harga sahamnya mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Kamis.

Anjloknya saham GE merupakan buntut dari laporan yang mengklaim bahwa perusahaan multinasional ini telah memanipulasi laporan keuangannya untuk menyembunyikan masalah keuangan perusahaan. Salah satu caranya yaitu dengan mengganti format laporan keuangan setiap 2-4 tahun sekali, sehingga kinerjanya tidak dapat dianalisis.

Laporan ini dibuat oleh seorang akuntan asal AS, Harry Markopolos beserta timnya, yang sebelumnya pernah membongkar skandal investasi skema ponzi dari perusahaan investasi milik Bernard Madoff pada 2008 lalu. Penipuan investasi yang dilakukan Madoff ketika itu membuat investor rugi sekitar US$ 65 miliar.

Dalam laporan tersebut, Markopolos mengatakan penipuan yang dilakukan GE dengan memanipulasi laporan keuangan nilainya mencapai US$ 38 miliar. “Tim saya telah menghabiskan tujuh bulan terakhir menganalisis laporan keuangan GE dan kami percaya mereka melakukan penipuan sebesar US$ 38 miliar,” ujar Markopolos dalam laporannya.

Menanggapi tuduhan penipuan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) GE;Lawrence Culp, mengatakan bahwa laporan tersebut tidak benar. Dia mengklaim laporan tersebut merupakan manipulasi pasar yang dilakukan Markopolos untuk membuat harga saham GE turun.

“Sehingga Markopolos dan klien hedge-fund-nya bisa mendapatkan keuntungan dari volatilitas saham GE. Kami akan menganggap serius tuduhan pelanggaran pelaporan keuangan. Tapi (laporan) ini murni manipulasi pasar (oleh Markopolos),” tegas Culp, dilansir dari CNBC.com, Jumat (16/8).

Culp menambahkan, bahwa laporan yang dikeluarkan oleh Markopolos banyak memuat fakta-fakta yang salah, dan klaim penipuan tersebut dapat diperbaiki jika saja GE diajak untuk berdiskusi sebelum laporan tersebut diterbitkan.

Untuk menyebarluaskan laporan tersebut kepada publik, Markopolos secara khusus membuat situs www.GEfraud.com. Dia mengatakan bahwa investigasi terhadap laporan keuangan GE dilakukan secara intensif selama selama tujuh bulan bersama timnya.

Menurutnya, laporan ini berpotensi mengantarkan GE ke gerbang kebangkurutan, sama seperti yang dialami perusahaan energi asal AS Enron pada 2002 dan perusahaan telekomunikasi WorldCom pada 2003 lalu. Kedua perusahaan ini menghadapi masalah yang sama dengan GE saat ini.

Ketika itu Enron memiliki aset sebesar US$ 63 miliar, sehingga kebangkrutannya saat itu menjadi sejarah kebangkrutan perusahaan terbesar di AS. Sementara itu WorldCom memilik aset US$ 107 miliar ketika dinyatakan bangkrut.

“Yang kami temukan pada GE hanyalah puncak dari gunung es. GE memiliki sejarah panjang penipuan akuntansi yang dimulai sejak 1995, ketika masih dipimpin oleh CEO Jack Welch,” ujarnya.

Hasil Temuan Markopolos

Salah satu hasil temuan Markopolos dalam laporannya yaitu pada unit asuransi perawatan jangka panjang GE, di mana mereka menyembunyikan kerugian yang makin besar seiring dengan bertambah tuanya pemegang polis asuransi GE. GE pun seharusnya menambah pencadangan sebesar US$ 15 miliar.

Dia juga mengklaim bahwa GE telah membuat laporan palsu yang disampaikan kepada otoritas sektor asuransi di AS. Selain itu, Markopolos juga menyebutkan dia menemukan kejanggalan dengan metode akuntansi GE pada bisnis minyak dan gasnya, Baker Hughes.

Seorang penasihat untuk dana pensiun serikat meminta GE untuk bekerja sama dengan perusahaan jasa profesional yaitu KPMG sebagai auditor perusahaannya. Hal ini dibutuhkan setelah serangkaian kesalahan metode akuntansi dan kesalahan strategis mengguncang kepercayaan investor pada perusahaan.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan Selasa kepada direktur independen GE, CtW Investment Group mendesak produsen untuk menemukan akuntan baru untuk dan berkomitmen untuk mengganti auditor setiap 10 tahun. “Ini untuk mencari pengawasan yang lebih kuat terhadap alokasi modal,” diktip dari Bloomberg, Jumat (16/8).

GE mengatakan bahwa pada Desember nanti pihaknya akan mengirim auditor baru. Ini merupakan salah satu perubahan yang dibuat oleh CEO GE Larry Culp.

Tudingan manipulasi laporan keuangan GE kini sudah dalam penyelidikan federal di AS. Kasus ini hanyalah salah satu dari sekian banyak tantangan yang dihadapi perusahaan yang berbasis di Boston ini, selain utang yang membengkak hingga tuntutan hukum pemegang saham, dan pasar pembangkit listrik yang lemah.

Uncen Gelar Simposium Nasional Akuntan Indonesia ke-22

0
Universitas Cendrawasih

REPUBLIKA.CO.ID, ABEPURA — Setelah sempat tertunda, Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua tetap menggelar Simposium Nasional Akutansi (SNA) ke-22, Selasa (8/10), sampai Kamis (10/10). Sekitar 300-an dosen akutansi dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengikuti gelaran tersebut. Peran pendidikan akuntansi dalam pemerintahan untuk mencegah praktik korupsi menjadi salah satu penekanan penting dalam simposium tahunan ini.

Rektor Uncen Apolo Safanpo mengatakan, SNA tahun ini sebetulnya sempat terancam batal. “Kita ketahui bersama bahwa situasi keamanannya (di Papua) belum pulih benar,” kata dia di Auditorium Uncen, Abepura, Papua, Selasa (8/10).

Akan tetapi, menurut dia, kegiatan akademik tak semestinya tunduk pada situasi yang tak menentu. Sebab itu, kata dia upaya bersama para pengajar dan mahasiswa, saling memberikan optimisme untuk tetap memegang amanah sebagai tuan rumah SNA ke-22. “Terimakasih kepada bapak-ibu yang hadir ke sini, dalam simposium ini. Karena kehadiran bapak dan ibu memberikan kepercayaan kepada kami (warga Papua),” sambung dia.

Meskipun, ia mengakui jumlah kehadiran dosen dan pengajar akutansi yang datang ke Papua, tak seperti estimasi semula yang berjumlah sekitar 700-an. Namun kata dia, gelaran nasional tentang akutansi di Uncen yang menghadirkan para pengajar dan dosen di luar Papua kali ini menjadi bukti tentang kondisi yang semakin membaik di Bumi Cenderawasih.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Ainun Naim menjadi pembicara kunci dalam simposium kali ini. Naim menyoroti tentang perlunya peningkatan pendidikan akutansi untuk memperbaiki manajemen pemerintahan agar terbebas dari praktik yang koruptif. Manajemen pemerintahan dan prilaku korupsi setali tiga uang. Menurut Naim manajemen pemerintahan yang buruk, berdampak pada krisis, pun juga memunculkan persoalan utamanya, yakni korupsi.

Naim mengacu pada riset Transparancy International yang menyebutkan 38 persen persoalan utama di Indonesia, adalah masalah korupsi, menyusul keterpurukan ekonomi, dan tata kelola birokrasi yang buruk, juga keamanan. Tetapi dari semua persoalan tersebut, kata Naim, berakar dari kinerja pemerintahan yang tak mempertimbangkan akuntabilitas dalam pengelolaan. Akutansi, sebagi cabang keilmuan ekonomi yang membesut keahlian pencatatan, pengelompokan, dan pengelolaan, semestinya mampu memberikan solusi dalam memperbaiki pemerintahan untuk terlepas dari prilaku yang koruptif.

“Akuntan pendidik harus beradaptasi dengan menjadi solusi yang relevan dalam dinamika saat ini,” kata Naim. Ia pun kembali menebalkan program Ikatan Akuntan Indonesia (AIA) tentang Prakarsa 6.1 yang mengharuskan para akuntan menjadi salah satu lini terdepan dalam membidani perubahan utuk arah maju peradaban. Salah satunya yaitu, dengan mendorong akuntan sebagai agen perubahan yang mampu menjaga integritas dalam setiap analisa, dan pelaporan pengelolaan keuangan dalam pemerintahan.

Hubungan Artificial Intelligence Terhadap Akuntansi Millenial

0

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut seluruh bidang profesi harus dapat mengembangkan cara kerja yang lebih cepat dan tepat agar tidak tertinggal oleh zaman. Tentunya dalam hal pengambilan keputusan serta  tujuan dengan langkah yang lebih efisien. Salah satunya adalah terciptanya Artificial Intelligence (AI). 

Artificial Intelligence (AI) merupakan kecerdasan buatan manusia berupa simulasi yang terprogram dalam mesin. AI bekerja pada proses penalaran, perolehan informasi atau aturan, yang kemudian  menghasilkan output dengan cepat dan sistematis.

AI memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan. Begitu pula dalam dunia akuntansi, sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari masalah keuangan secara dominan berbasis perhitungan. Dengan adanya AI lebih mempermudah seorang akuntan dalam menganalisis permasalahan secara cepat dan teliti. 

Di sisi lain, terdapat tantangan tersendiri dari kemunculan AI yaitu seorang akuntan milenial dituntut untuk lebih menguasai bidang ilmu dan skill. Akuntan milenial harus kreatif dan inovatif dalam pengembangan aplikasi laporan keuangan serta harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga mereka mampu menunjukkan diri sebagai akuntan yang professional dan berdaya saing.

Mengapa seorang akuntan disebut milenial ? Karena selain memiliki penguasaan ilmu dan skill seorang akuntan juga harus dapat mengimbangi kemajuan teknologi yang sangat pesat agar tidak tertinggal, mengingat kemunculan AI sangat berdampak besar terhadap hampir semua sektor kehidupan. 

Apalagi pada era globalisasi sekarang ini, daya saing antarindividu semakin tinggi ditambah lagi harus bersaing dengan mesin dan peralatan canggih lainnya. Selain itu, kesiapan mental juga menjadi hal yang sangat krusial dalam menghadapi pangsa pasar. Tanpa adanya kesiapan mental yang matang, kemampuan individu tidak akan optimal.

Akuntan milenial tentunya memiliki potensi masa depan yang cerah dalam kemajuan ekonomi dimana ketekunan, semangat yang tinggi, dan optimisme patut dilandaskan dalam setiap diri individu. Hadirnya AI memang sangat mempermudah pekerjaan seorang akuntan. Namun di sisi lain, tentu terdapat beberapa kelemahannya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Terbatas pada program yang diberikan
  • Membuat kinerja manusia menjadi menurun dalam beberapa bidang pekerjaan karena sudah digantikan oleh AI
  • Tidak memiliki kemampuan dalam mengerti akan informasi yang diterima (common sense)

Kecerdasan buatan atau AI banyak membantu pekerjaan kita dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentunya AI akan terus berkembang dan lebih pintar lagi dengan berbagai perbaikan dan pengembangannya, walaupun masih terdapat beberapa kekurangan atau kelemahannya karena pada dasarnya tidak ada yang dapat melampaui kecerdasan manusia secara mendetail dan sempurna.

Materi Akuntansi Keuangan yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

0

Materi akuntansi keuangan merupakan salah satu bagian dari akuntansi perusahaan yang wajib dipelajari bagi para akuntan maupun pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM).

Selama ini usaha kecil dan UKM sering dianggap sebagai kelompok usaha yang tidak kredibel, kurang terpercaya, dan tidak akuntabel. Hal ini karena kebanyakan UKM tidak memiliki sistem manajemen keuangan yang standar.

Jangankan materi akuntansi keuangan, bentuk pembukuan keuangan yang paling sederhana saja sering tidak dilakukan para pelaku usaha kecil. Rendahnya modal yang ada membuat keuangan usaha sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi inilah yang membuat UKM sulit mengakses permodalan dari lembaga keuangan maupun perbankan. Tidak akuntabelnya keuangan usaha kecil membuat lembaga pembiayaan sulit menilai kapabilitas mereka.

Memahami Materi Akuntansi Keuangan Dasar untuk UKM

Menjalankan dan membangun sebuah usaha tentunya untuk menjadi besar. Nah, bagi para pelaku  yang ingin mempelajari akuntansi dengan cara mudah, berikut ini beberapa materi akuntansi keuangan yang harus dipelajari dan diketahui.

1. Mempelajari Akuntansi Dasar

Bagi Anda yang ingin mempelajari akuntansi secara standar, maka hal yang pertama harus dilakukan ialah mempelajari dunia akuntansi dasar.

Mulai dari pengantarnya seperti Chart of Account, general ledger, worksheet, dan beragam perasaan akuntansi lainnya. Hal ini sangat penting buat Anda agar nanti dapat mempelajari akuntansi standar untuk usaha.

2. Mempelajari Keuangan Menengah

Apabila Anda sudah menguasai pengantar dasar akuntansi keuangan maka langkah selanjutnya Anda bisa mempelajari materi akuntansi keuangan tingkat menengah. Materi yang bisa Anda pelajari meliputi, perpajakan, utang-piutang dan lain sebagainya.

3. Mempelajari Akuntansi Keuangan Lanjutan

Nah, setelah mempelajari beragam hal mengenai akuntansi keuangan tingkat dasar hingga menengah. Saatnya, Anda mempelajari akuntansi tingkat lanjutan yang terdiri atas saham, investasi, likuidasi dan lain sebagainya.

Beberapa materi di atas sangat penting untuk dipelajari. Hal ini akan berguna ketika Anda harus membuat beragam laporan dengan perhitungan rumit sehingga penting mengetahui standarisasi masalah materi keuangan seperti di atas.

Selain materi akuntansi keuangan Anda juga harus tahu mengenai akuntansi biaya dimana keduanya merupakan hal yang berbeda.

Perbedaan Akuntansi Biaya dan Akuntansi Keuangan

Kedua jenis akuntansi tersebut merupakan hal yang berbeda satu dengan yang lain. Namun sebagai pelaku usaha Anda juga perlu mempelajarinya apabila berkeinginan mengatur segala masalah keuangan dan pelaporan di perusahaan.

1. Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya melakukan perhitungan pembiayaan yang diperlukan dalam kegiatan produksi. Selain itu, harus melakukan analisa dan pengontrolan terhadap sejumlah pembiayaan produksi dan menghitung beberapa persentase kemungkinan mengurangi untuk pembiayaan.

Berbeda dengan materi akuntansi keuangan, fungsi akuntansi biaya lebih ke ranah internal perusahaan untuk menunjang pengambilan keputusan berdasarkan keadaan keuangan perusahaan dan hal berkaitan barang maupun infrastruktur terkait masalah produk perusahaan.

Biasanya dilakukan penyusunan sesuai apa yang diperlukan oleh perusahaan. Masalah pelaporan terkait biaya-biaya yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan pada level manajemen.

2. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan merupakan perekaman dan perhitungan atas hasil teraktual mengenai beragam keuntungan maupun kerugian yang diperoleh oleh perusahaan dan pembuatan neraca keuangan. 

Materi akuntansi keuangan ini berfungsi untuk memberikan informasi laporan mengenai usaha perusahaan yang diperlukan oleh pemerintah maupun pemberi dana. Ini sangat penting dalam standar akuntansi yang baku.

Berbeda dengan akuntansi biaya, akuntansi keuangan memiliki aturan tertentu yang mengikat dalam susunannya dan bergantung jenis transaksi apa yang diperlukan oleh perusahaan.

Itulah beberapa informasi mengenai materi akuntansi keuangan apa saja yang perlu dipelajari dalam skala perusahaan. Dengan menerapkan manajemen akuntansi standar sudah saatnya UKM naik kelas agar lebih akuntabel. (R9/HR Online)

Awasi Sektor Keuangan, KPK Membentuk Tim Akuntansi Forensik

0
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) dan Direktur Utama Bank BTN Maryono (kiri) menjalin kerja sama penerapan program pencegahan korupsi di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membentuk tim akuntansi forensik untuk mengawasi aliran dana pada sektor keuangan, sekaligus memperkuat kinerja lembaga dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Kami telah menyiapkan (tim akuntansi forensik) untuk bisa masuk di sektor keuangan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan tim akuntansi forensik dibentuk untuk meneliti korupsi yang menjerat korporasi penyelenggara negara dan perusahaan swasta dengan kasus yang dominan berupa gratifikasi.

Unit tersebut nantinya bertugas membantu kinerja penyidik dalam melakukan audit forensik dan memaksimalkan pengembalian kerugian negara akibat kasus korupsi.

“KPK selalu masuk dengan isu-isu pencegahan, membangun good corporate government, menjaga orang-orang baik punya ide dan mimpi,” ujarnya.

Adapun terkait sumber daya manusia, KPK akan mengisi unit itu dengan para penyidik yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi forensik.

Sebelumnya, lembaga anti rasuah ini telah mengirim sejumlah penyidiknya untuk mempelajari ilmu akuntansi forensik ke Independen Commision Against Corruption (ICAC) di Hong Kong dan Serious Fraud Office (SFO) di Inggris.

Lebih lanjut Saut menyampaikan saat ini Bank BTN adalah perbankan pertama yang mengadopsi Panduan Pencegahan Korupsi dan bermitra dengan KPK dalam gerakan anti praktik korupsi dan suap.

“Kita ketahui perbankan termasuk sektor prioritas dari strategi nasional dan strategi KPK. Bank BTN adalah perbankan pertama, kami harapkan ini bisa menjadi role model yang kemudian ditiru bank lain,” ucapnya.

Capim KPK Nyoman Wara Beberkan Laporan Keuangan WDP KPK

0
Capim KPK I Nyoman Wara dalam wawancara dan uji publik Pansel, Selasa (27/8/2019). (Faiq Hidayat/detikcom)

Capim KPK I Nyoman Wara menyebut Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan predikat Wajar dengan Pengecualian (WDP) atas laporan keuangan KPK tahun 2018. Predikat ini diberikan karena masalah pengelolaan barang rampasan.

“Permasalahannya satu pengelolaan barang sitaan dan rampasan,” kata I Nyoman Wara saat tes wawancara dan uji publik di gedung Setneg, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Auditor BPK itu mengatakan barang sitaan harus dibuatkan administrasi meski belum diakui sebagai aset. Kemudian barang rampasan harus menunggu putusan inkrah dari pengadilan.

“Ini belum ada catatan yang memungkinkan. Kedua, barang rampasan inkrah harusnya dicatat di laporan keuangan KPK. Memang sudah punya labuksi, tapi administrasinya belum memadai,” jelas dia.

Catatan lain, Nyoman mengatakan laporan keuangan berbeda antara akuntansi dengan Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi). Ada barang rampasan yang juga belum tercatat oleh KPK.

“Ada barangnya tercatat tapi buktinya belum memadai, itu sekitar Rp 300 miliar. Ada yang barangnya ada tapi tidak tercatat, ada barang yang keluar tapi nggak ada bukti barang keluar,” ujar Nyoman.

Karena itu, Nyoman mengaku akan membuat standard operating procedure(SOP) jika terpilih menjadi pimpinan KPK. Apabila ada penyimpangan barang rampasan dan sitaan, bisa ditindak.

“Buat SOP. Diinventarisasi, kalau ada penyelewengan sudah pasti ditindak,” katanya.