Salam Akuntansi

Bertemu lagi dengan kami Kompartemen Media Informasi, yang pastinya di Himatansi In Digital ya!!

Gimana kabarnya kalian? Yang sedang baik-baik saja semoga akan selalu baik, dan yang sedang merasa kurang baik, semoga akan segera membaik ya hihi🙌

Sebelumnya kami mau perkenalan dulu nih, Kami dari Kompartemen Media Informasi di kepengurusan Kabinet Adidaya. Salam kenal ya untuk semuanya semoga kita berteman baik hihi. Nah dalam kesempatan kali ini walaupun di kepengurusan yang baru, tetapi kami tetap mengemas Himatansi In Digital dengan semenarik mungkin. Himatansi In Digital kali ini akan menerbitkan tema yang baru dan bermanfaat tentunya dengan mengusut tema  “MAKE IT HAPPEN”. Sesuai dengan temanya “MAKE IT HAPPEN” yang artinya ‘Jadikan itu kenyataan’. Redaksi sengaja menggunakan tema ini karena sudah seharusnya kita sebagai mahasiswa mampu mewujudkan segala harapan-harapan yang telah kita rancang dan rencanakan jauh sebelum kita merealisasikannya. Mewujudkan mimpi memang kerap menjadi harapan banyak orang untuk bisa menjadi kenyataan. Namun tak jarang dalam menjemput mimpi juga biasanya kita dihadapkan dengan banyaknya rintangan-rintangan. Seperti peristiwa yang kemarin hangat di kalangan mahasiswa semester 2 (dua) dan 4 (empat) tentang perspektif mengenai sistem pembelajaran dalam kondisi yang kurang memungkinkan ini, yang menjadi simpang siur dan keputusan kebijakan dari lembaga yang terus berubah. Tentu ini menjadi suatu hambatan juga bagi mereka yang ingin mewujudkan sebagian besar dari cita-citanya untuk menjemput atau mewujudkan asa dari mereka masing masing.

Baru-baru ini para mahasiswa digencarkan dengan keputusan Rektorat, khususnya mahasiswa tingkat 1 (satu) dan 2 (dua) yang akan memulai perkuliahan secara luring atau tatap muka langsung setelah beberapa tahun lamanya. Namun, baru juga masuk satu kali pertemuan di minggu pertama ternyata situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan membuat mahasiswa harus kembali ke rutinitas awal yaitu melaksanakan kuliah secara daring, meskipun ada beberapa dosen yang menganjurkan untuk melaksanakan pertemuan tatap muka (PTM) secara luring. Kebayang kan gimana kecewanya para mahasiswa yang sudah jauh-jauh dari kotanya masing-masing untuk pergi merantau demi menjemput asanya?

Ternyata perkuliahan secara offline pun masih menjadi pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Ada yang mahasiswa senang kuliah offline karna bisa kumpul sama teman-teman, bisa merasakan menjadi anak kosan. Ada mahasiswa yang menginginkan kuliah online kembali karena merasa tidak efektif jika dilaksanakan kuliah secara offline, apalagi masih dalam kondisi pandemi seperti ini.

Tak hanya itu, hasil dari surat keputusan yang mengembalikan metode atau proses pertemuan tatap muka (PTM) terhadap dosennya masing-masing tersebut juga menimbulkan beberapa perspektif, yang mana beberapa mahasiswa yang melihat dari sudut pandang kesehatan merasa di untungkan dengan diberlakukannya perkuliahan secara daring. Begitupun dengan mahasiswa yang melihat dari kaca mata pendidikan merasa dirugikan karena kurangnya efektivitas yang dirasakan pada saat perkuliahan secara daring.

COMPANY ORIENTATION

Company Orientation merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BE-HIMATANSI dengan tujuan sebagai ajang menciptakan mahasiswa yang kritis, dinamis dan terampil serta berwawasan luas juga objektif dalam menghadapi setiap permasalahan. Tema yang diambil adalah “Menciptakan Generasi Akuntan Muda yang Profesional untuk Indonesia Emas” dengan Tagline ‘Become Competent for Indonesian Gold Generation’.  Alasan memilih tema tersebut yaitu sebagai alat pemacu bagi mahasiswa khususnya di jurusan Akuntansi agar bisa mewujudkan harapan dan mimpinya menjadi suatu kenyataan, terutama mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang perpajakan.

Company Orientation telah diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2022 dengan pematerinya yaitu Darjana (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya) dan Aldi Wibowo Gumilar (Fungsional Aspek Pajak). Company Orientation kali ini masih diselenggarakan secara online melalui Zoom Cloud Meeting, tetapi tidak menurunkan semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini.

Pada kegiatan ini, dikhususkan untuk mahasiswa baru yaitu angkatan 2021. Mahasiswa baru identik dengan semangat yang masih menggebu, dan biasanya sebagian dari mereka memiliki planning dan harapan besar saat pertama kali menduduki status sebagai mahasiswa. Maka sejalan dengan tema kali ini, seseorang ingin mewujudkan sesuatu mulai dari harapan dan mimpi-mimpinya dan terbesitlah semangat dalam dirinya untuk bisa ia realisasikan kedepannya.

Selain itu, dominan mahasiswa akuntansi saat ditanya oleh dosen mengenai cita-citanya atau mengenai p mahasiswa mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka berkeinginan untuk menjadi staff accounting, staff bank dan atau sebagai staff pajak.

Sejalan dengan itu, kami dari BE-HIMATANSI berinisiatif untuk mendatangkan narasumber langsung dari pihak-pihak terkait. Dengan begitu, acara atau kegiatan ini bisa menjadi tonggak maupun wadah bagi mahasiswa akuntansi dalam mewujudkan cita-cita mereka setidaknya dengan acara ini mereka mendapat gambaran tentang bagaimana Future Jobdesck dari jurusan yang ia tempuh di perkuliahannya.

Pada hari Rabu tanggal 24 Maret, Universitas Siliwangi telah melaksanakan wisuda yang dilakukan secara offline yang dibagi menjadi dua sesi. Meskipun wisuda dilaksanakan secara offline tetapi tidak melupakan protokol kesehatan. Wisuda Universitas Siliwangi dilakukan 3 (tiga) kali dalam setahun, wisuda diikuti oleh seluruh fakultas dan prodi yang ada di Universitas Siliwangi. Rangkaian demi rangkaian telah di laksanakan dengan suasana bangga, haru bercampur sedih pun semuanya tumpah disana, begitupun dengan para wisudawan/i yang sedang merayakan kesuksesann dan akhir dari penantiannya.

Kami ucapkan selamat dan sukses kepada demisioner BE-HIMATANSI yang telah menempuh dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Berikut Demisioner BE-HIMATANSI yang telah melaksanakan wisuda :

  1. Fransdito Ali Ilyas, S. Ak (2018)
  2. Dina Ary Maryani, S. Ak (2018)
  3. Dzikry Awaludin Wahab, S. Ak (2017)
  4. Rahma Wulan Hatala, S. Ak (2017)
  5. Ruri Ratureka, S. Ak (2017)
  6. Rosa Nurhalisa, S. Ak (207)
  7. Salma Sania Ariani, S. Ak (2017)
  8. Anayulia, S. Ak (2017)

Menjadi suatu kebanggan bagi diri kita jika bisa menyelesaikan pendidikan tingkat S1. Menjadi mahasiswa sangatlah tidak mudah. Banyak rintangan yang harus kita hadapi secara dewasa. Bagaimana kita bisa mempertahankan nilai, bagaimana kita bisa mempunyai lingkungan pertemanan yang sehat dan positif, bagaimana kita bisa mengatur antara kuliah, kerja ataupun magang. Maka dari itu, wisuda merupakan moment puncak yang ditunggu-tunggu setelah menyelesaikan pendidikan di perkuliahan, karna memang perjuangannya pun tidak mudah. Dalam wisuda kemarin, terdapat beberapa mahasiswa yang mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik dan lulusan tercepat, salah satunya dari jurusan Akuntansi. Wisudawan yang dimaksud yaitu bernama Fransdito Ali Ilyas dari angkatan 2018. Fransdito Ali Ilyas mendapat penghargaan sebagai wisudawan tercepat tingkat Univesitas yaitu menyelesaikan pendidikan S1 selama 3 tahun 3 bulan 28 hari dan meraih nilai IPK sebesar 3,81 (Dengan Pujian). Suatu kebanggaan bisa menyelesaikan pendidikan S1 dengan cepat dan mendapat penghargaan, khususnya menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi kita sebagai keluarga besar jurusan Akuntansi. Frandito sendiri merupakan demisioner BE-HIMATANSI sebagai anggota Kompartemen Media Informasi 2020 dan sebagai wakil koordinator Biro Data & IT 2021.

“Alhamdulillah, tentunya ada rasa yang amat bangga terhadap diri sendiri, apalagi ketika memang menjadi lulusan tercepat adalah salah satu target saya selama kuliah, dan saya juga ingin membuktikan bahwa organisasi bukanlah hal yang menghambat untuk lulus tepat waktu bahkan lebih cepat. Mungkin selain itu ada rasa sedih karena meninggalkan Universitas Siliwangi, tapi semoga aja bisa kembali ke kampus tercinta ini.” begitu kira-kira tanggapan Fransdito Ali Ilyas ketika diwawancarai bagaimana perasaannya mendapat penghargaan sebagai lulusan tercepat tingkat Universitas.

Bagaimana nih tanggapan kalian ketika ada salah satu teman kita mendapat penghargaan tersebut? Hebat banget bukan? Kami ikut merasakan rasa haru bahagianya. Kebayang kan gimana rasanya mendapatkan penghargaan seperti demikian?

Nah kisah atau cerita ini merupakan contoh impian yang terwujudkan sesuai dengan tema yang kita angkat kali ini. Dapat kita simpulkan juga bahwa situasi dan kondisi seperti yang di jelaskan tadi, jangan dijadikan sebagai hambatan, justru kita harus mencari solusi dan harus jadi acuan buat kita untuk terus bergerak dan berkembang. Benar kata Frandito tadi, bagaimana pun kesibukan kita diluar pembelajaran perkuliahan, baik itu kesibukan di organisasi, di pekerjaan ataupun di tempat magang, tetapi fokus kita harus tetap ke tujuan dalam perkuliahan. Kesibukan diluar tidak menjadi penghambat bagi kita untuk meraih mimpi-mimpi kita yang sudah kita rancang sendiri. Bagaimana banyak manfaat yang kita ambil dari ruang bacaan Himatansi In Digital edisi tema kali ini kan ? Disini, kami akan selalu memberikan informasi-informasi yang penting dan juga bermanfaat bagi pembaca. Saran dan masukan kami terima untuk Himatansi In Digital agar menjadi lebih maju dan menarik untuk dibaca di era digital ini. Sebelum penutup ada kutipan dari Fransdito Ali Ilyas. Salam hangat untuk semua, tunggu terbitan Himatansi In Digital selanjutnya dengan edisi yang berbeda. Salam Akuntansi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of