Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut seluruh bidang profesi harus dapat mengembangkan cara kerja yang lebih cepat dan tepat agar tidak tertinggal oleh zaman. Tentunya dalam hal pengambilan keputusan serta  tujuan dengan langkah yang lebih efisien. Salah satunya adalah terciptanya Artificial Intelligence (AI). 

Artificial Intelligence (AI) merupakan kecerdasan buatan manusia berupa simulasi yang terprogram dalam mesin. AI bekerja pada proses penalaran, perolehan informasi atau aturan, yang kemudian  menghasilkan output dengan cepat dan sistematis.

AI memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan. Begitu pula dalam dunia akuntansi, sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari masalah keuangan secara dominan berbasis perhitungan. Dengan adanya AI lebih mempermudah seorang akuntan dalam menganalisis permasalahan secara cepat dan teliti. 

Di sisi lain, terdapat tantangan tersendiri dari kemunculan AI yaitu seorang akuntan milenial dituntut untuk lebih menguasai bidang ilmu dan skill. Akuntan milenial harus kreatif dan inovatif dalam pengembangan aplikasi laporan keuangan serta harus dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sehingga mereka mampu menunjukkan diri sebagai akuntan yang professional dan berdaya saing.

Mengapa seorang akuntan disebut milenial ? Karena selain memiliki penguasaan ilmu dan skill seorang akuntan juga harus dapat mengimbangi kemajuan teknologi yang sangat pesat agar tidak tertinggal, mengingat kemunculan AI sangat berdampak besar terhadap hampir semua sektor kehidupan. 

Apalagi pada era globalisasi sekarang ini, daya saing antarindividu semakin tinggi ditambah lagi harus bersaing dengan mesin dan peralatan canggih lainnya. Selain itu, kesiapan mental juga menjadi hal yang sangat krusial dalam menghadapi pangsa pasar. Tanpa adanya kesiapan mental yang matang, kemampuan individu tidak akan optimal.

Akuntan milenial tentunya memiliki potensi masa depan yang cerah dalam kemajuan ekonomi dimana ketekunan, semangat yang tinggi, dan optimisme patut dilandaskan dalam setiap diri individu. Hadirnya AI memang sangat mempermudah pekerjaan seorang akuntan. Namun di sisi lain, tentu terdapat beberapa kelemahannya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Terbatas pada program yang diberikan
  • Membuat kinerja manusia menjadi menurun dalam beberapa bidang pekerjaan karena sudah digantikan oleh AI
  • Tidak memiliki kemampuan dalam mengerti akan informasi yang diterima (common sense)

Kecerdasan buatan atau AI banyak membantu pekerjaan kita dan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentunya AI akan terus berkembang dan lebih pintar lagi dengan berbagai perbaikan dan pengembangannya, walaupun masih terdapat beberapa kekurangan atau kelemahannya karena pada dasarnya tidak ada yang dapat melampaui kecerdasan manusia secara mendetail dan sempurna.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of