oleh : Sri Rahmi Nuraini

Di Indonesia pandemi Covid-19 sudah hampir satu tahun dari bulan Maret 2020. Virus ini telah menelan jutaan jiwa, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia terhitung sejak 20 Maret 2020 menjadi 1.455.788 orang. Selain itu juga, berdampak ke berbagai bidang sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Mengenai perekonomian di Indonesia yang melemah Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen. Dengan demikian Indonesia resmi masuk ke jurang resesi, setelah pada kuartal II-2020 ekonomi RI juga terkonstraksi alias negatif. sehingga berdampak bertambahnya jumlah PHK dan pengganguran.

Peran generasi muda saat keadaan pandemi covid-19 sekarang sangatlah diperlukan dalam mengembangkan potensi maupun skill yang dimiliki untuk dikembangkan dan dikelola menjadikan hasil berkualitas maupun bermutu, demi kemajuan Indonesia saat perekonomian yang sedang melemah ini melalui literasi ekonomi.

Generasi muda dilihat dari data hasil sensus 2020 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh kelompok generasi Z dan milenial. Jumlah penduduk generasi Z (berusia 8-23 tahun) sebanyak 75,49 juta atau 27,94% dari total 270,20 juta penduduk Indonesia, sedangkan penduduk milenial (berusia 24-39 tahun) mencapai 69,90 juta (25,87%).

Dilihat dari jumlah tersebut generasi muda sangatlah banyak baik itu generasi Z maupun milineal. World Health Organization (WHO) mendefinisikan pemuda sebagai seseorang yang berusia antara 10-24 tahun. Sementara menurut UU Kepemudaan, pemuda adalah mereka yang berusia antara 18-35 tahun.

Ir.Soekarno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia”. Makna tersebut menambah semangat juang para generasi muda dalam mensejahterkan Indonesia dengan bertindak kreatif, inovatif, edukatif, kritis serta tanggap terhadap kejadian sekitar lingkungan.

Disisi lain, bahwa generasi muda harus dibekali wawasan untuk bisa melangkah dengan bijak sehingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan, maka peran generasi muda saat ini bisa memperbanyak literasi dan aksi nyata atas wawasan baru yang bisa diimplemetasikan dalam kegiatan ekonomi. Bahwa kita tahu setiap apapun yang dilakukan harus ada ilmunya. Mengenai ilmu harus di cari lewat literasi yang secara terus menerus dan berkesinambungan. Maka dengan itu perlunya literasi ekonomi.

National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.

Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos) yang berarti “peraturan, aturan, hukum”.

Perekomian Indonesia saat ini sedang melemah maka dari generasi muda perlu adanya kebiasaan dalam literasi ekonomi. Sebagaimana diungkapkan oleh Sina (2012:135), literasi ekonomi merupakan alat yang berguna untuk merubah perilaku dari tidak cerdas menjadi cerdas. Seperti bagaimana memanfaatkan pendapatan untuk menabung dan berinvestasi, proteksi, dan memenuhi kebutuhan hidup.

Wulandari (2011) bahwa literasi ekonomi adalah keterampilan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siapa saja untuk membuat keputusan ekonomi yang tepat. Oleh karena itu, literasi ekonomi dapat diaplikasikan untuk konteks individu maupun rumah tangga. Seperti dilansir oleh Mathews (1999) bahwa manfaat mempelajari literasi ekonomi yakni memahami pengaruh inflasi pada nilai tukar uang, menjadi penabung, investor, serta menjadi investor yang lebih cerdas, dan yang terutama adalah bagaimana literasi ekonomi dapat memfasilitasi interaksi antara manfaat-manfaat apabila meningkatkan literasi ekonomi.

Diperjelas lagi oleh Benson (2004) bahwa menjadi orang yang cerdas dalam mengelola keuangannya akan tampak dari perilaku yang tidak mengandalkan pada suatu hari nanti yang menyesatkan. Dengan adanya literasi ekonomi bagi genarasi muda bisa menimalisir segala bentuk kejahatan ekonomi yang bisa merugikan finasial yang dimiliki.

Dengan begitu literasi jendela dunia untuk memberi tahu segala informasi asalkan membaca. Dalam mendukung minat baca literasi ekonomi tersedia di flatform maupun jurnal, media cetak, media online, berita dan aplikasi di handpone seperti ipusnas, Libby, Free Books, Kobo Books dan lain-lain.

Dengan adanya literasi ekonomi diperlukan kekuatan minat baca agar bisa menambah kesenangan tersendiri sehingga menjadi kebiasaan. Minat baca adalah perasaan senang yang sangat kuat dalam kegiatan membaca yang membutuhkan stimulus untuk mewujudkannya menjadi suatu kebiasaan (Ginting, 2005).

Hurlock (1978) menyatakan bahwa aspek minat terdiri dari aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif berupa konsep positif terhadap suatu objek dan berpusat pada manfaat dari objek tersebut. Aspek afektif nampak dalam rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi. Minat membaca memiliki aspek-aspek sebagaimana dijelaskan oleh Harris dan Sipay (dalam Haru, 2015). Aspek-aspek tersebut sebagai berikut:

a. Aspek kesadaran akan manfaat membaca, yaitu aspek yang mengungkap seberapa jauh subjek menyadari, mengetahui dan memahami manfaat membaca.

b. Aspek perhatian terhadap membaca buku, yaitu aspek yang mengungkap perhatian dan ketertarikan subjek dalam membaca.

c. Aspek rasa senang, yaitu aspek yang mengungkap seberapa besar rasa senang subjek terhadap kegiatan membaca.

d. Aspek frekuensi, yaitu aspek yang mengungkap seberapa sering subjek melakukan aktivitas membaca.

Maka dengan itu, peran generasi muda saat pandemi Covid-19 sangat berperan pernting untuk memperbaiki perekonomian Indonesia dengan hal terkecil tapi bermakna besar lewat literasi ekonomi, tanpa adanya literasi tidak akan tahu informasi mengenai perkembangan ekonomi Indonesia saat ini. Ditunjang juga dengan minat baca yang penuh semangat dengan aspek kesadaran akan manfaat membaca, aspek perhatian terhadap membaca buku, aspek rasa senang, dan Aspek frekuensi.

Oleh karena itu, untuk generasi muda pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk masa depan Indonesia supaya tidak banyak penyesalan di hari tua.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of