Oleh : Ichsan Alif Setiawan

A. PENDAHULUAN

Suatu negara dengan taraf simpanan yang tinggi akan menjadi negara dengan perekonomian yang kuat karena pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh investasi. Kalimat tersebut berhubungan dengan fakta bahwa pertumbuhan pendapatan per kapita mempunyai hubungan positif signifikan terhadap tingkat tabungan masyarakat. Tetapi, apakah pernyataan diatas sudah sesuai dengan habit generasi milenial?

Fenomena Saving Society serta perilaku konsumtif bagi generasi milenial lebih kepada sesuatu yang serba instan, kurang menghargai sebuah proses sebelum tercapainya suatu tujuan, dan juga tidak dibarengi dengan perencanaan keuangan serta Investing Society yang baik. Hal tersebut akan memunculkan salah satu perilaku shopaholic yang dapat merugikan diri sendiri, atau pihak lain dan bisa berakibat pada Gen Sandwich.

Gen Sandwich sendiri bisa diartikan sebagai kondisi dimana generasi milenial yang masih memiliki orang tua sudah tidak berpenghasilan/pensiun tetapi untuk kebutuhan hari tua sudah tidak tercukupi, serta memiliki beban finansial pada keluarga dan anak-anaknya. Gen Sandwich bisa saja terputus, jika generasi milenial lebih memperhatikan kesehatan finansial dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Perlu adanya berbagai kesiapan mental, finansial, literasi, serta edukasi keilmuan keuangan dan investasi dengan baik.

Mengapa esai ini penting untuk dibuat? agar menyadarkan bahwa peran generasi milenial dalam bagian agent of change ini turut serta menyumbang peningkatan perekonomian negara Indonesia saat ini.

B. PEMBAHASAN

Dewasa ini, edukasi mengenai pemahaman investasi, literasi keuangan serta keilmuan pasar modal terutama bagi generasi milenial cukup menjadi suatu topik yang menarik, apalagi pengguna sosial media di Indonesia paling banyak ada pada rentang usia 18-34 tahun, diantaranya generasi milenial. Banyak influencer sosial media Instagram yang mulai memberikan pemahaman, edukasi, serta pembelajaran mengenai investasi, keuangan, bahkan bidang pasar modal dengan berbagai instrumen nya. Penulis mengambil contoh sebagai berikut:

Gambar 1 & 2, Salah satu bentuk edukasi influencer media sosial Instagram dalam bidang pasar modal, instrumen saham.

Pada dua gambar diatas bisa diambil opini bahwa kegiatan influencer media sosial Instagram memang mulai memberikan pemahaman, edukasi, serta pembelajaran mengenai investasi, keuangan, bahkan bidang pasar modal dengan berbagai instrumen nya.

Paradigma saving society ini bisa diubah menjadi investing society dengan cara mengedukasi gaya hidup ala milenial (lifestyle milenials) dan diterapkan pada edukasi mengenai pemahaman investasi, literasi keuangan serta keilmuan pasar modal.

Penulis menganalisis keseharian generasi milenial tak luput dari beberapa hal berikut:

  • Kemudahan akses jejaring sosial media
  • Kebutuhan akan akses internet dan genggaman ponsel pintar
  • Haus akan kemajuan teknologi, ingin selalu up-to-date
  • Keingintahuan dan antusiasme akan keilmuan cukup tinggi

Berdasarkan analisa diatas, perubahan paradigma ini tidak sulit untuk diterapkan, karena Investing society di era digital ini sudah sangat mudah sekali. Misalnya untuk belajar mengenai investasi, para milenial bisa langsung membuka aplikasi sosial media Instagram dan mencari akun yang terkait dengan bahasan investasi, atau membuka laman situs web yang membahas terkait investasi. Begitu pula dengan keilmuan finansial dan pasar modal.

Penulis mengambil contoh kegiatan edukasi investasi, finansial dan pasar modal yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Siliwangi, Tasikmalaya dan PT. Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Kantor perwakilan Tasikmalaya, dilakukan dengan metode pembelajaran konferensi video melalui aplikasi Zoom Meeting. Judul kegiatan ini dinamai: “WASPADA BAE: Webinar Series Pasar Modal Indonesia dan Basic Analysis Education”

Hasil pendaftar dari acara ini ternyata menunjukkan tingkat antusiasme yang cukup tinggi, bisa dilihat dari jumlah submitted form dibawah ini, menunjukkan sebanyak 674 pendaftar dari berbagai latar belakang pendidikan.

Menariknya, sebanyak 633 peserta merupakan peserta yang berstatus pelajar dan mahasiswa (data diambil dari google forms di google drive Kelompok Studi  Pasar  Modal Universitas  Siliwangi, dimana penulis saat itu sedang memegang jabatan sebagai anggota divisi jaringan publikasi dan komunikasi, Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Siliwangi), dan dapat disimpulkan bahwa antusiasme terhadap Investing society sudah mulai muncul meskipun secara paradigma keseluruhan belum mengalami perubahan dari Saving society ke Investing society.

Kaitan nya Saving society ke Investing society terhadap instrumen investasi ini, generasi milenial akan memunculkan dampak psikologi untuk kesadaran berinvestasi, sehingga selain mengubah paradigma, adanya keinginan untuk berkembang juga melakukan kontribusi lebih kepada negara Indonesia selain menabung saja.

Lalu, apa kontribusi nya perubahan paradigma ini terhadap kemajuan perekonomian negara Indonesia pada aspek keuangan? kontribusi generasi milenial yang mulai terjun di dunia investasi dan pasar modal akan memberikan dampak, baik langsung maupun tak langsung melalui pembelian instrumen investasi, seperti saham, reksadana, obligasi, derivatif, exchange traded fund, dan lain-lain.

Semakin banyak investasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama generasi milenial, dan dari investasi itu menghasilkan imbal hasil keuntungan baik berupa capital gain, dividen, bunga dan lain-lain, maka secara tidak langsung berdampak multiplier effect dan akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan berimbas pada kenaikan Gross Domestic Product (GDP) atau biasa kita kenal dengan sebutan Produk Domestik Bruto (PDB) negara Indonesia.

Sehingga selain merubah paradigma Saving society ke Investing society dan berperan sebagai generasi milenial, perlu juga adanya edukasi mendalam mengenai manajemen resiko berinvestasi di berbagai instrumen investasi serta pelatihan mengenai analisis penentuan investasi di pasar modal.

C. PENUTUP

Dengan segala kemudahan teknologi dan akses ke berbagai sosial media serta antusiasme terhadap keilmuan cukup tinggi, peran generasi milenial sebagai agent of change ini sangat penting untuk segera diterapkan, karena selain mengubah lifestyle dan paradigma Saving society ke Investing society, juga turut serta secara tidak langsung memajukan perekonomian negara Indonesia salah satunya dengan cara peningkatan literasi finansial, investasi ke berbagai instrument investasi, termasuk pasar modal.

Saran dari penulis, alangkah baiknya jika esai ini ditindaklanjuti menjadi literatur yang lebih empiris, misalnya dibuat jurnal ilmiah beserta metode penelitian nya mengenai studi pengaruh Saving society ke Investing society generasi milenial dalam hal investasi dan pasar modal. Juga penulis sangat menerima kritik maupun saran dari para akademisi, demi perbaikan esai ini menjadi lebih baik, terima kasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of