viewed

Jakarta, CNBC Indonesia –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,73% di posisi 6.151,73 pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (5/2/2021) seiring dengan masih kuatnya aksi beli terutama investor domestik.

Dengan demikian, dalam sepekan IHSG naik nyaris 5% atau 4,94%. Data BEI mencatat, ada 307 saham naik, 176 saham turun, dan 142 saham stagnan.

Nilai transaksi harian mencapai Rp 12,59 triliun dengan 14,31 miliar saham dan 1,18 juta frekuensi perdagangan.

Asing keluar pada Jumat Rp 72 miliar di pasar reguler, sementara selama sepekan asing melepas Rp 447,38 miliar. Jika dihitung dengan pasar nego dan tunai, yang sempat ada crossing (jual-beli di broker yang sama) saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), maka net buy di seluruh pasar menjadi Rp 898 miliar.

Pada Rabu pekan lalu, induk usaha SIDO PT Hotel Candi Baru melepas 21% kepemilikannya pada saham SIDO ke Affinity Equity Partners senilai Rp 4,5 triliun.

Berikut 10 saham dengan aksi beli di pasar reguler terbesar selama sepekan.

10 Top Foreign Buy Sepekan (1-5 Februari, Reguler)

1. Telkom Indonesia (TLKM), net buy Rp 307 M, saham +5,79% Rp 3.290

2. Bank Negara Indonesia (BBNI), Rp 207 M, saham +13,51% Rp 6.300

3. AKR Corporindo (AKRA), Rp 141 M, saham +23,24% Rp 3.500

4. Bank BRI ( BBRI), Rp 117 M, saham +6,94% Rp 4.470

5. Indocement Tunggal (INTP), Rp 82 M, saham +3,55% Rp 13.850

6. Mitra Keluarga (MIKA), Rp 39 M, saham +7,93% Rp 3.130

7. Bank Jago (ARTO), Rp 34 M, saham +5,22% Rp 7.050

8. MNC (MNCN), Rp 30 M, saham +10,14% Rp 1.140

9. Surya Citra (SCMA), Rp 27 M, saham +4,59% Rp 2.280

10. Unilever Indonesia (UNVR), Rp 25 M, saham +4,33% Rp 7.225

Sentimen untuk Telkom cukup besar. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan Telkom akan melakukan pemisahan (spin off) beberapa anak usahanya di bidang infrastruktur melalui pasar modal, yang merupakan bagian dari restrukturisasi korporasi.

Spin-off ini dilakukan dengan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Anak usaha Telkom di bidang infrastruktur akan melakukan IPO dan akan ditawarkan kepada investor global melalui Indonesia Investment Authority (INA), dana abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang dibentuk pemerintahan Presiden Jokowi.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan rencana ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka menengah INA yang akan segera dibentuk, sehingga nantinya investor global yang berinvestasi memiliki banyak pilihan aset untuk diinvestasikan di Indonesia.

“Saat ini Telkom sedang melakukan restrukturisasi korporasi, di mana kami akan melakukan spin-off beberapa perusahaan infrastruktur telekomunikasi menjadi beberapa perusahaan listed yang berbeda. Ambil contoh perusahaan tower, ke depannya bisa juga infra co yang terdiri dari fiber dan juga 5G,” kata Kartika dalam Mandiri Investment Forum 2021, Rabu (3/2/2021).

Di tengah gerak Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak liar selama tiga hari terakhir, terdapat satu saham berkapitalisasi pasar besar yang konsisten menghijau.

Adapun untuk BBNI, sahamnya berhasil menghijau selama 3 hari beruntun. Pada perdagangan Jumat, BBNI ditutup naik 0,40% ke level harga Rp 6.300/saham, sedangkan selama sepekan terakhir BBNI sudah terbang 13,5%. Tercatat saat ini kapitalisasi pasar BBNI berada di angka Rp 117 triliun.

Melesatnya BBNI setelah perbankan terbesar keempat di Indonesia ini merilis kinerja tahunannya dan ekspektasi para pelaku pasar terhadap kinerja BBNI di tahun depan akan sangat cerah.

BBNI sukses mencatatkan laba bersih konsolidasi sepanjang tahun lalu mencapai Rp 3,3 triliun meskipun kondisi pandemi menyerang sektor finansial dengan sangat parah. Terpangkasnya laba bersih BBNI sendiri semata-mata karena angka pencadangan yang naik akibat memenuhi standar akuntansi baru PSAK 71.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of