KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dua bank pelat merah yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan membagikan dividen atau bagian keuntungan masing-masing 60% dari kinerja tahun 2019 kepada pemegang sahamnya.

Pemerintah sebagai pemilik mayoritas dari saham kedua bank BUMN tersebut akan mendapatkan pemasukan besar dari dividen tersebut. Total dividen yang diterima pemerintah yang masuk ke kas negara dari dua bank tersebut mencapai Rp 21,58 triliun.

Total dividen yang dibagikan BRI mencapai Rp 20,6 triliun atau 60% dari laba tahun 2019 sebesar Rp 34,4 triliun. Dividen itu setara Rp 168,1 per lembar saham. Dengan kepemilikan saham 56,75%, pemerintah akan mendapatkan bagian dividen sebesar Rp 11,69 triliun.

Dividen yang dibagikan BRI tahun 2019 meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2018, bank ini hanya membagikan dividen dengan rasio 50% dari laba bersihnya sebesar Rp 32,75 triliun. Totalnya Rp 16,2 triliun atau sekitar Rp 132,2 per lembar saham. Bagian dividen yang diterima pemerintah hanya Rp 9,19 triliun.

Sedangkan dividen yang dibagikan Bank Mandiri mencapai Rp 16,49 triliun atau 60% dari laba bersih tahun 2019 Rp 27,5 triliun. Dengan kepemilikan saham 60% di Bank Mandiri, pemerintah akan mengantongi bagian keuntungan dari laba tahun 2019 sebesar Rp 9,89 triliun.

Rasio dividen Bank Mandiri meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, bank hanya membagikan dividen tunai sebesar 45% dari laba bersihnya Rp 25 triliun atau senilai Rp 11,25 triliun. Artinya, pemerintah hanya dapat bagian dividen Rp 6,75 triliun kala itu.

Sementara total dividen yang diterima pemerintah dari buku kinerja 2018 hanya Rp 15,94 triliun. Artinya, bagian dividen yang diterima tahun 2019 meningkat 35,3% dari tahun sebelumnya.

“Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi ketentuan terbaru regulator, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar kepada media di Jakarta Rabu (19/2).

Meningkatkan rasio pembagian dividen dan ditambang dengan kenaikan pencadangan yang dilakukan untuk mengantisipasi pelaksanaan standar akuntansi PSAK71 akan berdampak pada permodalan Bank Mandiri.

Silvano Rumatir, Direktur Keuangan Bank Mandiri mengatakan, permodalan Bank Mandiri akan berkurang sekitar Rp 22 triliun-Rp 25 triliun. Adapun modal bank ini pada tahun 2019 mencapai Rp 194 triliun. “Namun, Bank Mandiri akan berkomitmen untuk menjaga permodalan dengan rasio CAR di atas 18%,” katanya.

Dengan menjaga CAR di level tersebut, Bank Mandiri juga akan berupaya keras untuk mengejar return of earning sebesar 16% tahun ini. Silvano bilang, pertumbuhan kredit masih tetap aman sesuai dengan target dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun dengan rasio permodalan 18%.

Sementara Sunarso, Direktur Utama BRI mengatakan, pembagian dividen 60% perseroan telah pertimbangkan kebutuhan capital adequacy ratio (CAR) perseroan. “CAR kami akan tetap terjaga di level 18% untuk mendukung ekspansi organik dan organik tahun ini,” tandasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of