Akhir ini mulai banyak mahasiswa yang membuka usaha ataupun berbisnis dalam berbagai bidang, baik dalam bidang kuliner, fashion, jasa, dan masih banyak lagi. Dan juga keterbukaan akses internet membuat mahasiswa tertarik dan mudah untuk memulai suatu usaha, akan tetapi ada saja kendala/halangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa, diantara kendala itu salah satunya kesulitan mencari modal. Terkadang ide untuk memulai usaha yang sudah bagus tetapi mengurungkan niat ketika berhadapan dengan modal.

            Fenomena nya, di lingkup pergaulan saya sebagai mahasiswa Ekonomi, selama 1 semester ini cukup banyak teman-teman saya yang memiliki usaha kecil seperti penjual pulsa, reseller makanan, penjual aneka kosmetik di online shop, dan masih banyak lagi. Sebagian kecil dari mereka terkendala masalah kurangnya modal usaha untuk perputaran uang (cashflow) ataupun tidak adanya back-up dana apabila belum mengalami BEP (Break Even Point). Dan juga mahasiswa lainnya yang tidak memiliki usaha terkadang kurang bisa mengatur uang bulanan atau bisa dikatakan pengaturan manajemen keuangan yang tidak konsisten/kurang tepat. Dikutip dari laman https://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/daftar-pengeluaran-keuangan-bulanan-mahasiswa poin nomor 10 dan 14 menjadi salah satu penyebabnya. Dan penyebab lainnya adalah banyak aktivitas perkuliahan yang memakan biaya cukup besar dan tidak terduga, baik dari internal kampus itu sendiri maupun eksternal.

            Disini saya sebagai teman dari mereka merasa bingung sekaligus iba melihat fenomena tersebut. Untuk itu saya mempunyai solusi yang mungkin dapat menyelesaikan masalah yang selama ini dialami oleh teman-teman saya. Yaitu bekerjasama dengan mahasiswa yang memiliki usaha berupa penawaran penyertaan modal secara syariah agar usahanya lebih berkembang, dan juga kepada mahasiswa yang tidak memiliki usaha dan kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan nya yaitu dengan memberikan peminjaman tanpa bunga dengan dasar kekeluargaan sesama mahasiswa Universitas Siliwangi, dan juga sekaligus memberi cara/kiat tentang mengatur manajemen keuangan yang baik, untuk hal ini lebih ke sharing pengalaman dan belajar bersama.

            Teknis nya untuk penyertaan modal syariah yaitu apabila ada yang ingin melakukan kerjasama, saya akan menjelaskan cara kerjanya terlebih dahulu. Pertama, dengan meninjau kegiatan usaha yang dijalani nya, apa saja bidang usahanya dan keuntungan yang didapat dari usaha tersebut. Kedua, saya meminta data pribadi yang bersangkutan untuk alasan keamanan dan tanggung jawab, seperti KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), KTP dan foto selfie. Apabila sesuai data pribadinya saya akan membuat surat perjanjian diatas materai berisi tentang aturan dan bagi hasil (akad sesuai tata cara syariah) dari keuntungan bersih yang didapat. Terakhir, memberikan dana sesuai dengan isi perjanjian baik melalui transfer e-banking maupun cash secara langsung. Apabila melalui e-banking harus mengonfirmasikan melalui video call demi keterbukaan informasi.

Sumber gambar: https://mysteries-of-hawaii.com  

Untuk peminjaman tanpa bunga sebenarnya itu tidak termasuk dalam lingkup pengembangan usaha saya, bisa dibilang non-profit oriented, apabila ada yang memberi lebih setelah mengembalikan pinjaman itu akan saya anggap infak. Saya ingin membantu teman seperjuangan yang memang benar-benar membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan nya. Sederhana nya, mahasiswa yang membutuhkan dana bisa langsung menghubungi saya, mengirimkan persyaratan seperti tadi dan pengajuan dana yang diminta. Karena ini hanya untuk memenuhi kebutuhan maka saya batasi jangka waktu untuk meminjam hanya dalam tempo 30 hari, lewat dari itu saya akan meminta pertanggung jawabannya dari mahasiswa yang meminjam tersebut, karena akad dari awal tujuan nya untuk saling membantu dan menciptakan tali silaturahmi antar sesama mahasiswa Universitas Silwangi.

Bagian dari Internet of Things disini adalah proses maupun segala alur transaksi memakai akses internet dan dilakukan secara online, tidak harus bertemu secara langsung. Mahasiswa yang ingin mendapatkan penyertaan modal bisa mengakses nya via instagram ataupun di website, lalu mengklik tautan bio untuk selanjutnya melakukan diskusi di whatsapp. Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan & meminta data pribadi (dengan cara mengirimkan foto dan discan untuk KTM nya). Setelah itu akan meninjau ulang berkas yang telah dikirim untuk menimbang apakah layak atau tidak, apabila layak maka saya akan mengirimkan tautan Google Form yang berisi Terms Of Agreement dan membubuhkan tandatangan pada formulir yang telah disediakan. Selanjutnya saya men-transfer dana sesuai perjanjian melalui e-banking. Terakhir, melakukan konfirmasi dengan video call agar mengetahui dana telah masuk ke rekening peminjam. Mungkin kedepannya apabila gagasan ini dapat ter-realisasi saya akan membuat aplikasinya dengan antarmuka pengguna grafis (graphical user interface) agar lebih mudah dalam mengajukan penyertaan modal. Hampir sama secara teknis untuk peminjaman tanpa bunga namun jangka waktunya lebih pendek, maksimal 30 hari.

Tentang modal yang saya gunakan apabila gagasan ini ter-realisasi mungkin untuk saat ini hanya dari dana pribadi saya, dan juga hasil keuntungan dari trading saham yang saya lakukan setiap minggunya. Memang kendala utama dalam gagasan saya ini adalah kurangnya modal, tetapi saya yakin lambat laun modal akan terus bertambah seiring meningkatnya minat penyertaan modal syariah ataupun peminjaman tanpa bunga. Terimakasih.

Ichsan Alif Setiawan,

Mahasiswa Universitas Siliwangi, Jurusan Akuntansi 2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of