Pada saat ini, kita sedang dihadapkan dengan kemajuan digital dan teknologi, yaitu era dimana kehidupan serta aktivitas masyarakat akan lebih efektif dan efisien oleh peran dari dunia digital. Seiring berjalannya waktu kemajuan digital dan teknologi ini melahirkan dunia internet. Jika diibaratkan, internet saat ini sudah menjadi makanan sehari-hari yang sudah tidak asing lagi. Internet telah menjadi salah satu trend di semua kalangan. Dari adanya internet ini seharusnya kita bisa memperoleh banyak keuntungan dan manfaat bukan malah memberikan dampak buruk/negatif bagi kehidupan.

Ditengah adanya dunia digital, saat ini sedang maraknya transaksi jual beli berbasis online yang menjadi salah satu media komunikasi antara penjual dan pembeli tanpa bertemu atau bertatap muka langsung. Sistem ini sangat memberikan banyak manfaat dan kemudahan baik bagi pembeli maupun penjual, dimana pembeli tidak perlu pergi keluar rumah untuk mencari barang yang diinginkannya dan penjual cukup memasarkan produknya dalam jaringan/online sehingga membuat semuanya menjadi lebih efisien dan memperoleh keuntungannya masing-masing. Dalam transaksi jual beli online (e-commerce) ini sangatlah menjajnjikan bagi para pembisnis/pelaku usaha. Bagaimana tidak, saat ini jual beli online telah menjadi trend di kalangan masyarakat khususnya dikalangan muda, ditambah dengan banyak munculnya start-up yang memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siapa saja yang ingin berwirausaha.

Peluang dari ekonomi digital ini sangat besar keuntungannya khususnya dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta mengurangi jumlah tingkat pengangguran yang sangat besar saat ini. Kita dapat turun langsung dan berkecimpung dalam bisnis online sedikit demi sedikit mulai dari hal yang kecil, contohya menjual produk dan membuka toko online pada perusahaan penyedianya seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dll. Dengan perlahan kita dapat mengikuti arusnya terlebih dahulu serta memahami bagaimana sistem yang dijalankannya sehingga nantinya kita bisa mengembangkan usaha yang dijalankan menjadi lebih besar lagi.

Dalam mengembangkan usaha yang dijalankan, kita dituntut untuk berinovasi sekreatif mungkin terutama dibidang produk yang dipasarkan. Kita harus bisa menciptakan suatu produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta memenuhi kriteria pasar sehingga menarik daya beli konsumen yang tinggi. Kita harus mempunyai pola pikir yang inovatif     dan mengikuti arus perkembangan zaman dalam menciptakan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seiring dengan berkembangnya produk di dalam pasar online ini, akan berdampak juga terhadap pertumbuhan UMKM yang ada di Indnonesia. Dengan terjun langsung ke dalam pasar online serta ikut berkontribusi dalam menciptakan produk yang berkualitas, UMKM dapat berkembang besar dan pesat sehingga dapat menambah kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Selain itu, UMKM juga berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional. Terciptanya produk inovatif akan memberikan peluang besar untuk bersaing di pasar internasional serta mampu berkompetitif dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Peluang ekonomi digital di Indonesia ini salah satunya didukung  oleh faktor pengguna internet yang sangat besar. Saat ini populasi masyarakat di Indonesia telah mencapai 265,4 juta jiwa, dengan persentase 50% atau sekitar 132,7 penduduk sebagai pengguna internet dan 67% sebagai pengguna ponsel (dikutip dari laman https://www.liputan6.com/tekno/read/3795943/indonesia-punya-peluang-besar-dalam-ekonomi-digital) . Persentase ini tentunya akan semakin meningkat dari tahun ke tahunnya serta kemungkinan berkembang dengan sangat cepat ditambah penawaran pasar smartphone dengan harga murah yang bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

Disisi lain, pemerintah juga menjadi bagian yang sangat penting dari laju pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dalam hal ekonomi digital ini, faktor utama yang tidak kalah penting adalah infrastruktur. Berkembangnya digitalisasi akan dipengaruhi oleh infrastruktur teknologi (hardware, software, dan jaringan internet). Pemerintah harus terus melakukan pebaikan/upgrade dalam infrastruktur jaringan untuk bisa mengikuti arus dan pola perkembangan digitalisasi yang semakin canggih, karena jaringan teknologi ini merupakan suatu sistem dan media penghubung antara suatu aktivitas perekonomian dan perdagangan. Faktor lain yang mempengaruhi berkembang atau tidaknya ekonomi digital adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam hal ini, pemerintah harus melakukan pelatihan terhadap SDM sehingga nantinya siap pakai dan berkualitas tinggi. Di bidang pendidikan juga pemerintah harus memperbaiki sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang profesional  untuk menciptakan para lulusan yang hadal dalam bidangnya. Pemerntah juga harus mengembangkan para pelaku wirausaha untuk menjadikan usaha yang dijalankannya berkembang dengan baik serta mengarahkan dan memberikan fasilitas kepada UMKM dalam pemanfaatan digital teknologi dan pasar online sehingga usahanya berkembang dengan efektif dan efisien.

Selain itu, dengan bekembangnya berbagai inovasi teknologi saat ini muncul start-up dalam bidang finansial yaitu Financial Technology (FinTech). Fintech adalah sebuah pengembangan dari teknologi keuangan pada sektor jasa keuangan. Seiring dengan berkembangnya transaksi dalam pasar online akan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya fintech ini. Maraknya transaksi jual beli online saat ini membuat banyaknya aktivitas transaksi dengan sistem fintech karena memudahkan penggunanya dalam bertransaksi. Dalam hal ekonomi digital ini, online market dan fintech keduanya sama-sama saling menguntungkan dimana dengan adanya kemudahan dalam bertransaksi (fintech) ini dapat meningkatkan persentase penjualan e-commerce. Begitupun sebaliknya semakin besar tingkat penjualan di pasar online maka semakin besar juga tingkat transaksi yang terjadi dengan sistem fintech. Fintech juga menawarkan sistem pinjaman (crowdfunding) yang menjadi jembatan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Misalnya dalam kebutuhan modal berwirausaha/UMKM, seseorang bisa meminjam sesuai dengan modal yang dibutuhkannya dengan fintech ini. Sehingga nantinya dapat mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah menjadi lebih besar lagi dan mampu bersaing dengan pasar global serta dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia.

Di era teknologi ini, kita dituntut untuk cerdas dalam memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada. Kita harus mampu mengubah pola pikir untuk mengikuti arus perkembangan zaman serta harus pintar dan bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Di era digitalisasi ini, kita harusnya dapat meningkatkan taraf hidup dan mampu bersaing baik itu skala nasional maupun internasional, lebih dari itu kita juga harus mampu berkontribusi kepada negara dengan meningkatkan pertumbuhan  dan perkembangan perekonomian di Indonesia.

Penulis

Imam Apip Muklisin

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of