Biaya UN Masih beban Sekolah
Selasa, 21 April 2009 12:52:06 Oleh : media_informasi
BANDUNG, (PRLM).- Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Jawa Barat Ahmad Taufan mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, biaya pelaksanaan UN SMA/MA tahun 2009 masih dibebankan kepada sekolah.
Hampir 85% kebutuhan untuk pelaksanaan UN diambil dari anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS).
"Pemerintah hanya mencukupi sekitar 15% dari kebutuhan sekolah, padahal berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) poin 8 serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 77 Tahun 2008, beban biaya penyelenggaraan UN menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemda," katanya.
Sebagai contoh, Taufan menyatakan, salah satu sekolah di Kota Bandung memperoleh bantuan dari pemerintah sekitar Rp 7 juta. Sementara itu, untuk pelaksanaan UN ini, sekolah mengeluarkan anggaran dari APBS hingga Rp 40 juta.
"Jadi sebagian besar biaya UN ini masih dibebankan kepada masyarakat atau siswa melalui APBS masing-masing sekolah," tuturnya. (PR online)
Hampir 85% kebutuhan untuk pelaksanaan UN diambil dari anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS).
"Pemerintah hanya mencukupi sekitar 15% dari kebutuhan sekolah, padahal berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) poin 8 serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 77 Tahun 2008, beban biaya penyelenggaraan UN menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemda," katanya.
Sebagai contoh, Taufan menyatakan, salah satu sekolah di Kota Bandung memperoleh bantuan dari pemerintah sekitar Rp 7 juta. Sementara itu, untuk pelaksanaan UN ini, sekolah mengeluarkan anggaran dari APBS hingga Rp 40 juta.
"Jadi sebagian besar biaya UN ini masih dibebankan kepada masyarakat atau siswa melalui APBS masing-masing sekolah," tuturnya. (PR online)



Visitors :191940 Org
Hits : 967427 hits
Month : 6409 Users
Today : 400 Users
Online : 10 Users





kirim ke teman
versi cetak
versi pdf





kembali ke atas